Ketika Hidup Ga Sesuai Harapan

 Saat semua terasa sia-sia, Tuhan mengingatkanku bahwa kasih yang tak terlihat pun bisa membuat sorga bersorak.

--------

Kadang, hidup tuh nggak sesuai sama yang kita bayangkan. Kita pengennya bisa ada di posisi yang nyaman, enak, seperti yang seharusnya. Tapi kenyataannya? Jauh banget dari itu.

Kita harus kerja, sering kali bukan buat diri sendiri—tapi buat mencukupi kebutuhan, atau mumgkin menyenangkan orang lain.

Apa yang kita kerjakan rasanya nggak dihargai. Kita kerja keras, tapi nggak bisa menikmati hasilnya sendiri.

Kita lihat apa yang pasangan kita lakukan itu kurang pas, tapi saat kita kasih masukan, kayak cuma lewat aja.

Lama-lama capek banget. Lelah, sampai rasanya pengen nyerah.

Pernah nggak sih ngerasa kayak gini:

"Aku kerja, tapi kok nggak ada hasilnya buat aku..." ,  "Aku nikah, tapi nggak ngerasa bahagia..." "Kayaknya nggak ada bagian buat aku. Nggak ada waktu buat aku. Nggak ada aku-nya sama sekali."

Hari ini, semua itu aku bawa dalam doa. Aku ceritain semua sama Tuhan, dan aku juga bilang “Aku capek, Tuhan...”

Lalu aku diam.

Nggak lama, ada damai yang pelan-pelan masuk. Lembut.  

Tuhan mulai kasih pengertian ke hatiku—tentang Yesus. Tentang gimana Dia hidup dua ribu tahun lalu, dan semua yang Dia lakuin… Nggak ada satu pun yang dilakukan buat keuntungan diri-Nya sendiri.

Yesus juga pernah capek. Pernah disalahpahami. Nggak punya waktu buat “me time”—paling banter ya menyepi buat berdoa. Dia nggak terima apa-apa dari dunia ini, bahkan sampai harus mati di kayu salib.

Kalau dipikir pakai logika dunia, hidup-Nya tuh kayak… sia-sia. Tapi dari semua yang kelihatan “nggak ada hasil” itu, justru kasih terbesar Tuhan dicurahkan.

Karena Yesus tahu, ada kekuatan dari kasih yang nggak mikirin diri sendiri. Ada kekuatan dari doa yang terus dinaikkan. Ada kuasa dari kebaikan yang tetap dikerjakan, walaupun nggak kelihatan hasilnya.

Tuhan ingetin aku lagi…

Sebagai istri, panggilan utamaku bukan sekadar jadi pasangan hidup, tapi jadi penolong. Sampai suamiku bisa lihat Tuhan dari cara aku hidup dan mengasihi dia.

Kasih yang sabar, yang nggak gampang nyerah, yang terus ada—sama kayak Tuhan ngasihi aku.

Nggak ada orang yang tepuk tangan waktu Yesus menderita. Tapi saat satu jiwa diselamatkan karena pengorbanan-Nya… sorga bersorak.

Mungkin hari ini aku nggak bisa menikmati hasil kerja sepenuhnya. Nggak ngerasa dimengerti. Nggak ngerasa punya ruang. Tapi… saat orang-orang terdekatku bisa merasakan kasih Tuhan lewat hidupku, saat mereka diubahkan dan dipulihkan—sorga bersorak.

Dan kalau sorga bersorak… itu cukup. Karena aku tahu, semua yang aku lakukan, semua pengharapan yang kutaruh di dalam Tuhan—nggak ada yang sia-sia.

Aku memang nggak tahu sampai kapan harus jalanin ini. Tapi Tuhan Yesus juga taat sampai akhir. Sampai mati di salib. Dia nggak protes. Dia nggak mengeluh 

Hidup ini ternyata bukan soal:

– Aku bahagia atau nggak dalam pernikahan.

– Aku bisa menikmati hasil kerja atau nggak.

– Aku merasa cukup diperhatikan atau nggak.

Tapi lebih dari itu. Hidup ini soal: Apakah aku sudah membagikan hidupku supaya orang lain bisa lihat Tuhan lewat aku?

Berteman, menikah, bekerja… semuanya bukan soal untung-rugi. Bukan soal nyaman atau enggak. Bukan soal aku bahagia atau enggak.

Tapi tentang ketaatan sama panggilan Tuhan dalam hidup—kayak Yesus yang datang bukan buat dilayani, tapi buat melayani.

Dan saat kita ngerasa udah kasih semuanya… capek, habis-habisan, bahkan sampai ngerasa udah nggak punya tenaga buat lanjut…

Ingat ini: Tuhan peduli. Anugerah-Nya cukup.

Waktu aku lemah, justru di situlah kuasa-Nya nyata. Dia tetap menyertai, nggak pernah ninggalin. Pertolongan-Nya nggak pernah telat. Penghiburan-Nya bener-bener nyegerin hati. Dan kasih-Nya cukup buat memampukan aku buat terus jalan. Sampai akhir.

Dan waktu Tuhan kasih pengertian ini ke hatiku tadi pagi. Ada rasa beban yang terangkat. Jiwaku disegarkan. 

Nggak ada yang lebih indah daripada bisa curhat langsung sama Tuhan… dan dengar Dia jawab dengan penuh kasih dan pengertian.

❤️ 

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui." -  Yeremia 33:3 




Comments

  1. Sangat memberkati sekali. Sukses terus kak Nat🄰

    ReplyDelete

Post a Comment