Dua Nama Satu Penghiburan
– Kisah tentang kebetulan kecil yang menjadi penghiburan dari Tuhan –
Aku punya banyak teman. Tapi yang benar-benar dekat denganku, jumlahnya mungkin tak lebih dari ruas jari
Salah satunya adalah Liliana. Aku mengenalnya lewat sebuah pelayanan wanita dan menjadi semakin dekat karena kebetulan tempat usahanya tak jauh dari tempat tinggalku. Kami sering meluangkan waktu bersama: keluar sebentar di sela sela rutinitas, bahkan sesekali aku ikut dengannya saat ia mengantarkan pesanan cetakannya, jadi kami bisa ngobrol sepanjang perjalanan.
Kami biasa bercerita tentang hidup sehari-hari, tentang kesesakan, tentang pertolongan dan cara Tuhan bekerja dalam hidup kami. Kadang cerita itu diselingi tawa, kadang tangis.
Hingga suatu hari, Lili memberitahuku rencananya untuk pindah ke Amerika. Hatiku tercekat.
“Aku lagi urus visa, Kak. Bantu doain ya supaya bisa lolos,” katanya.
Itu kalimat yang sulit bagiku. Bagaimana aku bisa mendoakan sesuatu yang... jujur saja, tidak kuinginkan terjadi. Aku ingin dia tetap di sini. Dia adalah tempatku berbagi, teman doaku. Tapi ia juga temanku, dan aku tahu rencana ini penting baginya.
"Aku datang kepada Tuhan, menangis, mencurahkan isi hatiku dalam doa. Rasanya sedih menghadapi perpisahan. Mungkin bukan kehilangan selamanya seperti saat aku harus merelakan kepergian papa, mama, kakak dan salah satu adikku yang lebih dulu pulang ke Surga. Tapi kepergian Liliana ke Amerika tetap meninggalkan ruang kosong di hatiku—karena kehilangan, sekecil apa pun bentuknya, tetap terasa ketika itu menyangkut orang-orang yang kita kasihi."
Meski begitu, aku tetap mendoakan Lili, mendoakan untuk kelancaran visanya. Aku minta yang terbaik untuknya, walau hatiku tidak siap menerima jawaban yang tidak kuharapkan.
Beberapa minggu kemudian, Lili datang dengan kabar gembiranya tapi sejujurnya tidak untukku : visanya disetujui. Namun aku tetap harus menerimanya dengan ucapan syukur karena Tuhan telah menjawab doaku... Sekalipun tidak seperti keinginanku.
Juni 2022, akhirnya Lili benar-benar berangkat ke Amerika. Kami berpisah dengan pelukan dan harapan suatu hari nanti bisa bertemu lagi.
Setelah kepergiannya, hari-hariku berjalan seperti biasa—tapi tentu saja ada yang terasa berbeda. Tidak ada Liliana yang biasanya jadi tempatku berbagi cerita dan doa.
Waktu berlalu. Aku tetap dengan rutinitasku, bekerja, bergereja, dan kehidupan sehari-hari.
Pada Februari 2023, gereja kami mengadakan program prayer week. Di dalam kelompok sel, kami dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling mendoakan. Dan secara kebetulan aku dipasangkan dengan salah satu anggota yang bernama Lilyana.
Aku mengenal Lilyana belum lama. Lilyana sebelumnya tinggal di Batulicin, sebuah kota di kalimantan, karena anaknya yang berkebutuhan khusus, dia harus pindah ke Surabaya dan kebetulan ia bergereja dan bergabung di kelompok sel yang sama denganku.
Kami mulai berdoa bersama setiap minggu. Dan seiring waktu, kami lebih saling mengenal. Kami saling membuka hati, saling mendukung, saling mendoakan. Hari-hari terasa lebih ringan karena ada teman seperjalanan lagi.
Lewat Lilyana, aku melihat penghiburan Tuhan. Tuhan tahu ruang yang kosong di hatiku. Ia tidak hanya menggantikan, tapi mengisi dengan cara yang baru. Dua nama yang hampir sama—Liliana dan Lilyana—menjadi lambang kasih Tuhan yang tak pernah kehabisan cara untuk menguatkanku.
Tuhan memang membawa Liliana ke Amerika untuk tujuanNya sendiri. Tapi Tuhan juga menghadirkan Lilyana di kota ini, menjadi penghiburan dari Tuhan yang tak pernah terlintas di pikiranku.”
Sampai hari ini, aku masih berkomunikasi dengan Liliana di Amerika. Dan aku tetap melanjutkan doa mingguan bersama Lilyana, meski program prayer week telah lama berakhir.
Tuhan itu setia. Terkadang, Dia tidak mencegah kepergian, tapi Dia selalu menyediakan pengganti. Tak selalu dengan cara yang kita bayangkan, namun selalu cukup dan tepat pada waktunya.
Siapa sangka… nama yang mirip bisa menjadi cara Tuhan menunjukkan bahwa Dia benar-benar peduli dengan setiap kebutuhan jiwa.
💜
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia...”— Roma 8:28
Comments
Post a Comment